Wednesday, July 2, 2014

Skenario hidup

Bismillah, 



Dari dulu sudah tahu bahwa tidak ada yang pasti di dunia ini kecuali kematian. Tapi masya Allah, di Bulan Ramadhan ini Allah benar-benar menunjukkan bahwa memang tidak ada yang pasti walaupun manusia sudah berencana sedemikian rupa, kalau menurut gusti Allah tidak baik maka tentu ada saja halangannya. 

Resolusi Ramadhan 1435 H

Bismillah,


"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) saat Lailatul Qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. "(Al-Qadr: 1-5)

 "Ai, resolusi Ramadhan ini apa?"

Wednesday, June 25, 2014

Sebuah Surat

Bismillah,
diantara lembaran catatan yang sudah usang, aku menemukan sebuah surat. Lupa siapa yang menuliskannya. daripada tersimpan begitu saja, mungkin ada baiknya kamu juga membacanya

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

Dik, aku tidak menyalahkanmu ketika anak seusiamu merasakan cinta. Cinta memang sudah Allah ciptakan sejak Adam dan Hawa. Awalnya memang mereka saling mencinta dengan damai di surga, tapi karena ketentuan Allah, keduanya diturunkan ke bumi di daerah yang berbeda. Adam di India, Hawa di Jeddah. Maka Adam menjadi pejuang cinta pertama di muka bumi. Ia terus berjalan kaki dari India, demi menemukan kembali separuh jiwanya sampai akhirnya Allah pertemukan mereka lagi di Jabal Rahmah. Suatu rasa yang memang layak diperjuangkan, karena akan tentram bila bersama, dan akan gelisah bila berpisah.

Tuesday, May 20, 2014

How stupid I am

Bismillah,

I wish I could have just disappear right now, due to my foolishness 

"Don't you dare talks bad about him !" 
Rasanya hanya bisa marah dan mengatakan itu dalam otak saja, sudah lama sekali sepertinya sejak terakhir kali benar-benar merasa marah seperti tadi. Walaupun nada bicara terdengar biasa saja, tapi dalam imajinasi, aku sudah seperti naga yang menyemburkan api kekesalan.

Despite of my forgiveness and all things that had happen in the past, I feel mad to how someone judge other they rarely know about. Ketika seseorang menilai orang lain hanya dari kacamata hitam berlubang miliknya saja.

Ren adalah lelaki paling baik dan manis sepanjang masa. The way he treats everyone, the way he cares about Nay so much. Satu kali pun tidak pernah menyakiti perasaan Nay, (malah Nay merasa dia yang sering sekali membuat Ren kecewa). He is the most gentle man in universe !

Ren adalah lelaki paling tampan dan pengertian yang pernah aku kenal. Tak heran Nay mencandu senyum, tawa, cemberut, tatapan tajam, suara, dan getaran sentuhan lelaki yang memiliki air mata paling manis itu. Cara Ren menyikapi semua ke-labil-an Nay yang lebih sering kambuhnya, He is so mature.

Aku merasa bodoh membiarkannya berbicara kepada Nay. Maafkan aku Nay, padahal aku yang paling tahu kalau kamu benar-benar tidak menyukai konflik, padahal aku tahu kamu tidak suka menyakiti perasaan orang lain, tidak suka berkonfrontasi. Harusnya aku saja yang muncul, aku mungkin bisa bicara lebih kasar dan tegas daripadamu Nay. Maaf.

Mungkin jika mendengarnya berbicara buruk tentang Ren lagi, aku akan memukulnya tepat di wajahnya (tentu saja hanya dalam imajinasiku, aku tidak pernah benar-benar bisa memukul orang lain).

Ren, maafkan aku. Lagi-lagi aku bertindak ceroboh. Karena aku, Nay sedih lagi, Nay takut membuatmu kecewa.


Makassar, 20 Mei 2014
*nangis di bawah bantal*

Tuesday, April 1, 2014

Tentang Kehilangan (Sebuah Puisi)

Bismillah, 
Tentang Kehilangan

-Aisyah-

Kepada malam diantara bulan berawan hari ini
Suatu hari mengajarkanku tentang kehilangan
Tanyalah pada pepohonan rimbun di musim gugur, katamu
Tidak ada yang lebih mengerti arti melepaskan daripadanya
Rela kehilangan seluruh tunas, demi musim semi berikutnya
Perhatikanlah kelopak bunga mangga yang berjatuhan, serumu
Tidak ada yang lebih mengerti arti pengorbanan daripadanya
Rela gugur sedikit demi sedikit, demi janji sepetik buah ranum diujungnya
Tengoklah awan mendung yang terlihat sedih diatas sana, pintamu
Tidak ada yang lebih mengerti arti ke-ikhlasan daripadanya
Memang awalnya ia menangis membasahi bumi, deras sekali
Tapi lengkung pelangi, sinar mentari dan senyum rerumputan mengiringi kepergian tangisnya
Purnama memang tidak terlihat malam ini
Tapi kau mengajarkanku tentang arti kehilangan
Tak ubahnya tukang parkir di toko yang sering kita kunjungi
Tak boleh merasa memiliki atau kehilangan
Saat kendaraan yang terparkir diambil oleh si empunya
Terimakasih atas  pelajaran berharganya hari ini,
Selamat jalan, Sosok tegap yang tak pernah lelah membacakan dongeng malam untukku,
Ayah.

Thursday, February 27, 2014

When wish (never) comes true


Bismillah,

Smoke, up high.
Melihat satu-satunya harapan terakhir agar mimpi menjadi kenyataan hilang itu rasanya seperti melihat rumah kayu terbakar, asapnya membumbung tinggi dan saat api itu padam, tidak ada yang tersisa.

Dititik itu, wajarkan airmata menetes deras ?

Wajar bila teriakan pilu terdengar ? Meratap kosong.

Aku pernah disana suatu kali.  Asa itu menguap ke langit. Meninggalkan sosok kecil tak berdaya itu kehabisan akal, hilang.

Mereka (yang berkali-kali merasakannya) bilang, begitulah hidup ! tak akan habis pahit deritanya sampai kata hidup dihapuskan dari kosa katamu !

Mereka (yang jarang merasakannya) bilang, tak apa. Sesekali memang perlu sebuah hentakan keras, untuk akhirnya terpelanting tinggi.

Mereka (yang tidak pernah merasakannya) bilang, Ah ! Dunia berakhir hari ini !

Untukmu, Iya, kamu. Kamu yang mencuri satu bagian besar tak kasat mata di dalam rongga dadaku.  Aku tak tahu apa yang bisa ku perbuat. Aku ingin membantumu, hanya saja tidak tahu caranya.

Ada seorang bijak membisikkanku sesuatu, dia akan tumbuh, begitu masalah ini selesai. Jangan membantu seekor kupu-kupu keluar dari kepompongnya. Ia memang jadi mudah karenanya, tapi lihatlah, ia tak lagi mampu terbang. Kesulitannya keluar dari kepompongnya lah yang membuat sayap-sayapnya siap dan kuat untuk terbang.


 :: Cheer up ren ::
I always (and will always) pray for you
 

Wednesday, January 1, 2014

Beyond Our Story

Bismillah,
Fall~


I’m sorry, I can’t go out with you.. I just realize that there’s someone else I deeply in love

“….”

Aku ingat sekali kata-kata ini. Kata-kata yang selalu jadi turn over- anti klimaks dari cerita cinta picisan ala komik. Ceritanya pria pemeran utamanya terlambat menyadari kalau dia sudah jatuh cinta sejak lama pada teman sepermainannya, si pemeran utama wanita dan terlanjur menjalin cinta dengan seorang wanita figuran.

Lalu si pria pergi mengejar pemeran utama wanita dan jeeeeng, happy ending. Pemeran utama wanita dan pria saling mencintai dan hidup bahagia.

Yang sampai sekarang tidak pernah diceritakan adalah, bagaimana perasaan wanita figuran yang ditinggalkan begitu saja ? Cerita cinta bahagia sang pria membawa sengsara bagi wanita ini. Malang sekali nasibnya.

Friday, October 18, 2013

Simfoni Rintik Hujan

Simfoni Rintik Hujan (Makassar, saat hujan turun di puncak kemarau)
Langit dan pelangi, lagi-lagi.

Kepada Ren, sang pria hujan yang tidak takut hilang demi mengantarkan pelangi menuju langit,
Hei ren, Malam selalu begitu mudahnya hilang, tergelincir larut meninggalkanku sendiri dalam hening. Tapi tidak dengan cinta, seberapapun kerasnya aku menolak kehadirannya yang biasanya mampu menghilangkan seratus persen hasratku untuk memahami kata-demi-kata yang terlontar dari mulut pendongeng ternama, tetap tidak bisa. Entah kenapa.  

Rasanya ditinggalkan(mu), Ayah

Bismillah,

Hari ini terhitung selusin hari berselang setelah sebuah telepon tengah malam dari adek nyadarin aisyah dari lamunan bahwa : Aisyah tidak punya waktu seumur hidup untuk bisa berbakti dan membahagiakan Ayah dan Mamah.

Tanggal 6 oktober lalu ayah pergi. Perasaan aisyah benar-benar campur aduk tidak karuan. Sebelumnya, aisyah belum pernah merasakan orang terdekat pergi. Bukan dalam jangka waktu yang pendek dan sementara. Tapi selamanya, pergi menuju kekekalan.

Respon pertama yang muncul setelah pemberitahuan dari adek adalah nangis. Penyesalan dan rasa kehilangan tiba-tiba saling berlomba mengisi "jeda" kosong sedetik setelah adek menutup telpon. Pet ! seperti ada saklar dalam diri aisyah. Saklar yang menyadarkan, Ayah sudah pergi sah.

Sunday, September 29, 2013

Melodi Hujan (Sebuah Cerpen)

Bismillah,
Udah bertahun-tahun nggak buat cerpen yang bener-bener fiksi.. Ternyata masih bisa ngarang cerita juga :D ini diaa :

Melodi Hujan
( …Karena Euforia hujan selalu mengantarmu pada simfoni cinta)


Aku mencintai hujan…” Kata-katamu saat kita kecil masih terngiang jelas di telingaku hingga hari ini. Kalau bukan karena kau, aku tidak mungkin membenci dan mencintai hujan di saat yang bersamaan.

Tiga tahun sebelumnya . . .
“Raina !” Deg! Sebuah suara yang mampu membuat detak jantungku berubah takikardi terdengar memanggil namaku dari jauh. Aku menoleh mendapati Ren melambaikan tangannya sambil berlari ke arahku, aku membalas senyum malu-malu.
“Semangat sekali hari ini Ren” Sapaku padanya. Ren duduk tepat disampingku. Di bangku taman favorit kami berdua, bangku paling ujung dengan pohon mahoni yang rindang menaunginya. Ren dan aku terpaut umur 3 tahun. Ia seniorku sejak SD. Kami memiliki nama depan yang sama Rain, yang artinya hujan.
“Semangat dong na, kan bisa ketemu sama kamu lagi hari ini, hehehe” Pipiku bersemu mendengar celoteh ringannya, ia mungkin tidak sadar betapa kata-kata itu bisa membuatku tidak tidur nanti malam.