Showing posts with label Cinta. Show all posts
Showing posts with label Cinta. Show all posts

Sunday, August 17, 2014

Katanya, Pengorbanan Cinta

Bismillah, 

“Emangnya kamu tau apa soal berkorban ?!”
Aku terdiam sebentar disuguhi petanyaan retoris yang cukup menyentak itu.
Hari ini diawali dengan sebuah sesi ‘curhat’ yang agak cukup lama dari seorang sahabat jauh. Cinta memang jadi masalah paling menarik untuk diceritakan bagi remaja. Kali ini juga masalahnya cinta. Kata orang hidup tanpa cinta itu bagai sayur tanpa garam, terasa hambar. tsaaah~
“Ai, aku udah nggak tahan lagi sama dia.” tahu-tahu pagi-pagi buta begini ada chat keluhan via line. Aku jadi serasa customer service
“Lho, memang ada apa dengan dia ?”

Friday, October 12, 2012

Wajah rindu

Bismillah,

Aku merindukanmu

 Rindu sepertinya suka sekali datang tanpa permisi saat sesuatu harus menjauh. 
Tak mungkin bisa menghindar dari perpisahan, tak dapat ditunda untuk menyudahi, atau harus ditinggalkan dan meninggalkan. Mau tak mau.

***

Aku ingat hari ini, hari yang sama ketika hening, sunyi dan kelam bekerja sama untuk menghalangi datangnya matahari dalam lingkaran hidupku. Hari yang sama ketika engkau menyadarkanku tentang arti kehilangan sesungguhnya. Hari ini, akhirnya aku bertemu lagi denganmu. Gadis kecil yang sama yang aku temui setahun lalu di taman kota. Kali ini kau memakai gaun renda ungu gelap, kontras dengan kulit putihmu.

Hei, apa kamu memang menyukai warna gelap nan suram itu ?

Tidak. katamu

lalu, seingatku terakhir kali kita bertemu, kau memakai gaun berenda mirip berwarna hitam.

Itu karena dahulu, aku bertanya padamu tentang kehilangan. kali ini aku ingin bertanya lagi padamu. bolehkah ?

Tentu saja, apa yang merisaukan hatimu kali ini gadis kecilku ?

Seperti apa sebenarnya wajah sang rindu itu ?

Hening. Entahlah, aku tidak bisa menceritakan seperti apa rupanya. Karena sejujurnya, aku pun belum pernah melihat paras sang rindu. Maafkan aku.

Bohong ! Bukankah kau selalu merasakan kehadiran rindu ? dalam setiap harimu ? dalam setiap desahan napasmu ? dalam setiap jengkal lamunan mu ? lalu mengapa kau tidak mau memberitahuku tentang rindu ? Tolonglah, aku benar-benar ingin tahu seperti apa wajahnya !

Thursday, March 1, 2012

Dongeng Negeri Peri

Bismillah,

Peri lucu  ♥   
"Ah, Itu dia perinya~ !"
"Heii ~ tungguuu !"

Aku pernah membayangkan tinggal di dunia peri. Peri-peri yang cantik dan imut ♥.  Tapi, ternyata aku sudah lama tinggal di dunia peri.. Hohoho.. (-,- )".. Negeri peri khayalan putriku -yang jauh lebih manis dari bundanya..- Putriku Peri Awan. Cerita yang sengaja dibuat supaya si jingga tertidur. Cerita-nya sepertinya banyak yang ku ubah. Tak apa kan putriku ? (^_^)

Mau tau ceritanya ?

Friday, January 27, 2012

Pesan seberkas kisi

Bismillah..
Terpuruk ('_' )
Seberkas kisi pernah datang dan berkata diantara rimbun daun yang berguguran
"Jangan Emosi ! Sikapi emosimu dengan anggun, pelangi.." ia memberi senyum yang menenangkan.

Jatuh cinta adalah emosi,
yang jika tak kau sikapi dengan anggun, akan membakar semua hingga hangus

Patah hati adalah emosi,
yang jika tak kau sikapi dengan anggun, entah luka seperti apa yang tersisa

Thursday, July 28, 2011

Menunggu-nunggu cinta

bismillahirrahmanirrahiim


Sudah hampir setahun aku menunggu-nunggu cinta itu. Cinta yang tak kunjung datang juga. Hampir tiap tahun menantikan malam yang penuh cinta.

Tapi,.....

hei ! untuk apa aku terus menunggu-nunggu datangnya cinta ? bukankah aku yang seharusnya mencarinya ? tentu saja, pencarian ku akan segera berakhir. Bulan penuh cintaNya beberapa saat lagi tiba.
Bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, yang penuh maghfirah. yang didalamnya terdapat keutamaan-keutamaan yang tentu saja didambakan para Perindu Syurga

Saturday, July 2, 2011

Meniti tapak cinta-Nya

Bismillahirrahmanirrahiim..


Rasanya baru kemarin kita bercanda bersama

bermain kejar-kejaran tanpa alas kaki menyusuri gang gang

masih ingusan dan bau kencur (?) #haha

Tuesday, June 14, 2011

A Crazy Little Thing Called Love

Bismillahirrahmanirrahim..


tik tok tik tok... jam stengah tujuh pagi.. niatnya berangkat sekolah.. tapiii, ntar aja deh, sejam lagi.. mau buat muhasabah untu diri sendiri.. wahai dirikuu, dengarkan dengan seksama..

a crazy little thing called love, sebuah film dari thailand. kisahnya indah sekali, dramatis.. -_-.. bukan bukan.. aku tidak ingin menceritakan betapa irinya aku dengan kisah cinta Nam dan kak Shone.. bukan tentang ituu...

tapi, ini masih tentang cinta.. Ya, yang huruf depannya C besar itu..
tentang bagaimana seorang Nam yang mati-matian merubah dirinya demi dia, orang yang ia sukai, Khun Shone..
tentang pengorbanan Khun Nam demi Khun Shone.. bersedia melakukan apapun asalkan Khun Shone dapat menyadari kehadirannya..
tentang kebahagiaan saat Shone mengetahui namanya..
tentang rasa cemburu melihat ada orang lain yang juga mencintainya melebihi Nam..
tentang rasa yang membuncah..
tentang kesungguhan hati..
tentang cinta.. hal abstrak itu..

"Cinta bisa menguatkan kita, terutama menghadapi rasa takut" itu yang dikatakan Khun Shone di buku tempelnya

Sekarang, dengar baik-baik..
sesosok makhluk indah yang bisa membuatmu jatuh cinta, bukankah penciptanya lebih indah ?
misalkan kita alihkan cinta itu kepada Nya,
akankah kita seperti Khun Nam ?

akankah kita mati-matian merubah diri kita menjadi lebih baik agar Allah menyadari cinta kita ? untuk manusia saja bisa mengapa untuk Allah tidak ?
ah, masih jauh ya Rabb, masih jauh sekali..

akankah kita menitikan air mata saat merasa jauh dari-Nya ? aku pernah merasa amat sangat ketakutan jauh dari ibuku, tapi kenapa tidak pada-Mu Ya Rabb ?
Sebegitu jauhnya kah aku dariMu ya Rabb ?

akankah kita cemburu ? cemburu melihat orang lain lebih mencintai-Mu dan lebih Engkau cintai ?
aku sering cemburu pada makhluk, tapi, kenapa hati ini masih merasakan cinta selain padaMu ?
masih jauh.. :(

-----------------------------------------------------------

Bumi Allah, Makassar..

Sunday, June 5, 2011

Masih belum mengerti !

Bismillahirahmanirrahiim...


detik-detik cepat sekali berlalu melaluiku..
menit-menit mengikutinya..
jam, hari, pekan, bulan... demikian seterusnya..
tapi sampai sekarang ada beberapa yang masih belum ku mengerti...

orang-orang sibuk berpuisi cinta, ataupun puisi patah hati
ya, aku masih belum mengerti tentang persoalan yang paling sensitif ini..
makin disimak baik-baik...
disemua jejaring sosial manapun bisa kau jumpai..
aku sungguh tak habis pikir

قُلْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوْجَهُمْ – إِلَى قَوْلِهِ تَعَلَى – وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ ..

“Katakan kepada kaum mukminin hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka –hingga firman-Nya- Dan katakan pula kepada kaum mukminat hendaklah mereka menjaga pandangan serta kemaluan mereka ."

ini kisah seorang sahabat..
minggu ini di menceritakan betapa menawannya pangerannya itu
ia bercerita dengan bersemangat bahwa ia tidak akan berpaling darinya
dan ia juga menceritakan padaku betapa bahagianya ia saat pangerannya juga membalas perasaannya..
aku hanya tersenyum..

bulan berikutnya ia kembali datang padaku..
kali ini dengan berurai air mata..
ia menceritakan semua keburukan pangerannya -yang sekarang berubah jadi lelaki busuk-
hancur lebur hatinya. itu yang ia katakan.
aku hanya menenangkannya

tak lama setelah itu, ia lagi-lagi datang padaku dengan muka berseri
menemukan tambatan hati baru rupanya
ia berkata kali ini lelaki itu adalah lelaki paling baik dan paling romantis yang pernah ia jumpai..
tak ada hari tanpa kata cinta, tanpa pesan rindu..
syahdu sepertinya.. aku hanya mendo'akan yang terbaik untuknya..

baru beberapa hari setelah itu, ia datang (lagi) sambil memberi sumpah serapah pada lelaki romantisnya -yang sekarang ia sebut hidung belang-
menyesal pernah mengenalnya, menyesal termakan bualannya..
aku (lagi-lagi) hanya bisa menasihatinya semampuku..

lama tak ada kabar darinya. kupikir mungkin ia mulai kapok dengan urusan merah jambu ini.
ternyata dari beberapa teman, aku mendengar ia kembali merajut benang-benang cintanya dengan laki-laki lain. sepertinya sama sekali tidak kapok..
aku hanya geleng-geleng kepala..

-------------------------------------------------------------

Ya, aku tau susahnya tobat kalo sudah terkena virus yang satu ini. virus merah jambu.. (pengalaman.. hehe)..
kisah lain yang lebih islami (masih soal virus ini)..
tentang seorang aktivis dakwah. (islami kan?) nah, jangan sangka virus ini hanya mengganggu para awam saja. bahkan semua kalangan susah untuk dibiarkan lolos oleh virus ini.

mereka memang saling suka. bahkan satu sama lain sudah memperkenalkan pada orangtua masing-masing. tapi, yaa layaknya orang yang kena virus.. kemana pun terlihat berdua..

pasangan yang satu ini lain lagi. mereka sempat mengutarakan perasaan sayang yang ternyata berbalas. tapi mereka seketika bingung. akhirnya yang akhwat menemuiku dan yang ikhwan menemui seorang akhifillah, anggap saja dia si x, meminta pendapat. entah apa yang dikatakan si x ini, yang jelas, aku bilang "bukankah lebih baik kalian berteman saja dulu ? itu lebih baik ukh".
yah, mungkin perkataan ku itulah yang memicu ia menuliskan sebuah tulisan yang menyatakan perasaannya yang perih, sakit dan entah apa dan entah kenapa. ia menyebutnya "galau", sering kuperhatikan matanya sembab.

Ya Allah, kuatkanlah Iman kami ya Rabb.. semoga kami tetap istiqomah.

-------------------------------------------------------------

ini tidak akan pernah ada habisnya..
virus ini benar-benar cerdik.. yang muda ditipu agar pacaran
yang tua ditipu agar selingkuh..
walah.. walah..

إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ، وَإِنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيْهَا فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُوْنَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيْلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ

“Sesungguh dunia itu manis dan hijau dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kalian sebagai khalifah di atas kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala memerhatikan amalan kalian. mk berhati-hatilah kalian terhadap dunia dan wanita krn sesungguh awal fitnah Bani Israil dari kaum wanita.”

kenapa harus pacaran ukhtifillah ? akhifillah ?
takut ndak dapat jodoh ?

إِنَّ اللهَ كَتَبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ حَظَّهُ مِنَ الزِّنَا أَدْرَكَ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ، فَزِنَا الْعَيْنِ النَّظَرُ، وَزِنَا اللِّسَانِ الْمَنْطِقُ، وَالنَّفْسُ تَمَنَّى وَتَشْتَهِي، وَالْفَرْجُ يُصَدِّقُ ذَلِكَ أَوْ يُكَذِّبُهُ

“Sesungguhnya Allah menetapkan untuk anak adam bagiannya dari zina, yang pasti akan mengenainya. Zina mata adalah dengan memandang, zina lisan adalah dengan berbicara, sedangkan jiwa berkeinginan dan berangan-angan, lalu farji (kemaluan) yang akan membenarkan atau mendustakannya.” (HR. Bukhari & Muslim).

Ya Allah, Ya Rabb... aku tau yang kekal hanya Cinta-Mu.. biarkan kami mengerti tentang ini.. biarkan kami memaknai Cinta-Mu, cinta yang hakiki..
Amin ya Rabb..

Wednesday, May 11, 2011

Belajar dari Nana



bismillahirrahmanirrahiim...

apa makna ditinggalkan ?
kalau aku yang kau tanya seperti itu, aku tak bisa menjawabnya
tapi nana pasti menjawabnya, ia telah ditinggalkan ayahnya di usianya yang baru 9 tahun

apa makna kehilangan ?
kalau aku yang kau tanya seperti itu, aku tak bisa menjawabnya
tapi nana pasti menjawabnya, ia bahkan kehilangan pita suaranya sejak umur 15 tahun

Thursday, March 17, 2011

Mencintai dalam hening



----------------------------------------------------------

Karya : seorang ukhti di Buminya Allah

Padamu, bagaimana mencintai dengan indah ?
Inginkah ku bisikkan bagaimana mencintai dengan syahdu ?
Maka, dengarlah.....

Gadis, saat ku jatuh cinta,
Tak akan ku berucap..
tak akan ku berkata..
Namun, ku hanya akan diam..
Saat ku mencintai,
takkan pernah ku menyatakan..
tak akan ku menggoreskan..
yang kulakukan hanyalah diam..

Aku tau, cinta adalah fitrah.. sebuah anugrah tak terperi..
karena cinta adalah kehidupan.. karena rasa itu adalah cahaya
Aku tau, hidup tanpa cinta, bagaikan hidup dalam gelap gulita
namun, saat rasa itu menyapa, hadapilah dengan anggun..
Karena rasa itu ibarat belenggu pelangi dengan begitu banyak warna..
cinta terkadang membuatmu bahagia, namun tak jarang pula membuatmu menderita
cinta ada kalanya manis bagaikan gula, namun juga mampu memberi pahit yang amat getir
cinta adalah perangkap rasa..
sekali kau salah berlaku maka kau akan terkukung dalam waktu yang lama dalam lingkar derita

Maka gadis, agar kau dapat keluar dari belenggu itu..
dan mampu melaluinya dengan anggun..
Maka mencintailah dalam hening... dalam diam
tak perlu kau lari, tak perlu kau hindari
namun juga jangan kau sikapi dengan berlebihan..
janagn kau umbar rasamu..
jangan kau tumpahkan segala sukamu..

Cobalah merenung sejenak dan pikirkan dengan tenang..
Kita percaya takdir bukan ?
Kita tau dengan sangat jelas..
Dia, Allah.. telah mengatur segalanya dengan begitu rapinya ?
jadi, apa yang kau risaukan ? Biarkan Allah yang mengaturnya
dan yakinlah, ditangan Nya, semua akan baik-baik saja

Cobalah renungkan..
Dia yang kau cinta.. belum tentu atau mungkin tak akan pernah menjadi milikmu..
Dia yang kau puja..
yang kau ingat saat siang..
yang kau tangisi ketika malam..
akankah dia yang telah Allah takdirkan denganmu ?

Gadis, kita tak tau dan tak akan pernah tau hingga saatnya tiba
maka, kuingatkan padamu.. tidakkah kau malu jika semua rasa telah kau umbar ?
Namun ternyata, kelak bukan kau yang ia pilih untuk mendampingi hidupnya ?
Gadis, karena cinta kita begitu agung untuk diumbar..
begitu mulia untuk ditampakkan..
begitu sakral untuk ditumpahkan..

Dan sadarilah gadis, fitrah kita, wanita, adalah pemalu..
Dan kau Indah karena sifat malumu..
Lalu, masihkah kau menawan jika rasa malu itu telah dinafikan ?
Masihkah kau tampak lestari jika malu itu telah kau singkap ?
Duhai gadis, jadikan malu sebagai selendangmu..
Maka tawan hatimu sendiri dalam sangkar keimanan, dalam jeruji kesetiaan..
Ya, kesetiaan padanya yang telah Allah tuliskan namamu dan namanya di Laudzul mahfudz..
jauh sebelum bumi dan langit dicipta..

Maka, cintailah dalam hening
Agar jika memang bukan dia yang ditakdirkan untukmu,
maka cukuplah Allah dan kau yang tau segala rasamu
Agar kesucianmu tetap terjaga
agar keanggunanmu tetap terbias

Maka kuberitahukan kepadamu.. pegang kendali hatimu
jangan kau lepaskan.. Acuhkan semua godaan yang menghampirimu
Cinta bukan untuk kau hancurkan, bukan untuk kau musnahkan
Namun, cinta hanya butuh kau kendalikan, hanya cukup kau arahkan

gadis, yang kau butuhkan hanya waktu, sabar dan percaya
Maka, pegangalah kendali hatimu, alalu arahkan padaNya
dan cintailah dalam diam
dalam hening
itu jauh lebih indah

jauh lebih suci...





(this poem is dedicated for the girls who fall in love)

Sunday, February 6, 2011

teruntuk para pecinta

sekarang.. cerita cinta itu datang dari Salman Al-Farisi, seorang sahabat Rasulullah..

Salman Al Farisi memang sudah waktunya menikah. Seorang wanita Anshar yang
dikenalnya sebagai wanita mukminah lagi shalihah juga telah mengambil
tempat di hatinya. Tentu saja bukan sebagai kekasih. Tetapi sebagai sebuah
pilihan dan pilahan yang dirasa tepat. Pilihan menurut akal sehat. Dan
pilahan menurut perasaan yang halus, juga ruh yang suci.

Tapi bagaimanapun, ia merasa asing di sini. Madinah bukanlah tempat
kelahirannya. Madinah bukanlah tempatnya tumbuh dewasa. Madinah memiliki
adat, rasa bahasa, dan rupa-rupa yang belum begitu dikenalnya. Ia
berfikir, melamar seorang gadis pribumi tentu menjadi sebuah urusan yang
pelik bagi seorang pendatang. Harus ada seorang yang akrab dengan tradisi
Madinah berbicara untuknya dalam khithbah. Maka disampaikannyalah gelegak
hati itu kepada shahabat Anshar yang dipersaudarakan dengannya, Abu Darda’.

”Subhanallaah. . wal hamdulillaah. .”, girang Abu Darda’ mendengarnya.
Mereka tersenyum bahagia dan berpelukan. Maka setelah persiapan dirasa
cukup, beriringanlah kedua shahabat itu menuju sebuah rumah di penjuru
tengah kota Madinah. Rumah dari seorang wanita yang shalihah lagi bertaqwa.

”Saya adalah Abu Darda’, dan ini adalah saudara saya Salman seorang
Persia. Allah telah memuliakannya dengan Islam dan dia juga telah
memuliakan Islam dengan amal dan jihadnya. Dia memiliki kedudukan yang
utama di sisi Rasulullah Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam, sampai-sampai
beliau menyebutnya sebagai ahli bait-nya. Saya datang untuk mewakili
saudara saya ini melamar putri Anda untuk dipersuntingnya.”, fasih Abud
Darda’ bicara dalam logat Bani Najjar yang paling murni.
”Adalah kehormatan bagi kami”, ucap tuan rumah, ”Menerima Anda berdua,
shahabat Rasulullah yang mulia. Dan adalah kehormatan bagi keluarga ini
bermenantukan seorang shahabat Rasulullah yang utama. Akan tetapi hak
jawab ini sepenuhnya saya serahkan pada puteri kami.” Tuan rumah memberi
isyarat ke arah hijab yang di belakangnya sang puteri menanti dengan
segala debar hati.

”Maafkan kami atas keterusterangan ini”, kata suara lembut itu. Ternyata
sang ibu yang bicara mewakili puterinya. ”Tetapi karena Anda berdua yang
datang, maka dengan mengharap ridha Allah saya menjawab bahwa puteri kami
menolak pinangan Salman. Namun jika Abu Darda’ kemudian juga memiliki
urusan yang sama, maka puteri kami telah menyiapkan jawaban mengiyakan.”

Jelas sudah. Keterusterangan yang mengejutkan, ironis, sekaligus indah.
Sang puteri lebih tertarik kepada pengantar daripada pelamarnya! Itu
mengejutkan dan ironis. Tapi saya juga mengatakan indah karena satu
alasan; reaksi Salman. Bayangkan sebuah perasaan, di mana cinta dan
persaudaraan bergejolak berebut tempat dalam hati. Bayangkan sebentuk malu
yang membuncah dan bertemu dengan gelombang kesadaran; bahwa dia memang
belum punya hak apapun atas orang yang dicintainya. Mari kita dengar ia
bicara.

”Allahu Akbar!”, seru Salman, ”Semua mahar dan nafkah yang kupersiapkan
ini akan aku serahkan pada Abu Darda’, dan aku akan menjadi saksi
pernikahan kalian!”
???

Cinta tak harus memiliki. Dan sejatinya kita memang tak pernah memiliki
apapun dalam kehidupan ini. Salman mengajarkan kita untuk meraih kesadaran
tinggi itu di tengah perasaan yang berkecamuk rumit; malu, kecewa, sedih,
merasa salah memilih pengantar –untuk tidak mengatakan ’merasa
dikhianati’-, merasa berada di tempat yang keliru, di negeri yang salah,
dan seterusnya. Ini tak mudah. Dan kita yang sering merasa memiliki orang
yang kita cintai, mari belajar pada Salman. Tentang sebuah kesadaran yang
kadang harus kita munculkan dalam situasi yang tak mudah.

Sergapan rasa memiliki terkadang sangat memabukkan..
Rasa memiliki seringkali membawa kelalaian. Kata orang Jawa, ”Milik
nggendhong lali”. Maka menjadi seorang manusia yang hakikatnya hamba
adalah belajar untuk menikmati sesuatu yang bukan milik kita, sekaligus
mempertahankan kesadaran bahwa kita hanya dipinjami. Inilah sulitnya. Tak
seperti seorang tukang parkir yang hanya dititipi, kita diberi bekal oleh
Allah untuk mengayakan nilai guna karuniaNya. Maka rasa memiliki kadang
menjadi sulit ditepis..

[Sumber: Jalan Cinta Para Pejuang - Salim A. Fillah]

Friday, January 14, 2011

Suara Hati Seorang Saudari


Suara hati seorang saudari..
dengarlah..



adakah tempat dimana aku dapat menata hidupku sendiri ?
sejak nafas ini berhembus
semua langkah dan gerak bukan diriku yang lakukan
adakah ruang dimana ku rajut mimpi-mimpiku sendiri
bahkan dalam lelap pun tak sudi mereka melepasku
aku bukan boneka yang tangan dan kakiku terikat benang
yang mengendali lakuku
tapi kenapa aku tetap terkukung ?
ingin aku teriakkan segala sesak
KELUARKAN AKU !!!

Aku lelah. . .
sangat lelah. . .
bahkan air mata telah mengering
dan ku tak tau lagi cara menangis
adakah air mataku tetap bening ?
ataukah memerah darah
hidupku bukan milikku
buatlah skenario sesuka kalian
lalu tonton aku sebagai pelakon
Tenanglah, kubiarkan hatiku hancur
asalkan kalian puas melihat pertunjukanku
ku akan menjadimartis terbaik kalian
yang akan tetap tersenyum kala jiwa menangis
tanpa perlawanan..
agar kalian PUAS !

Rabbku, Aku lelah . . .
Ku meraba dalam gelapku
mencari ukiran inayah Mu
mataku nanar menahan desakan air mata
tenggorokanku perih menyimpan gumpalan sesak

Rabb, hatiku terlalu kecil menampung semua pedihku
Aku lelah menjadi kuat
Aku lelah menjadi hebat
Aku lelah menjadi sempurna
Biarkan ku tunjukkan sedikit lemahku
agar ku punya ruang untuk bernafas
Allahku. . . terangilah
Aku lemah tanpa Mu. . .

Rabbi. . .
Engkau yang paling tau setiap petaka
petaka yang tersembunyi dibalik pintaku
maka ku tak pernah kecewa dengan semua ketetapan Mu

Duhai Rabbi. . .
ku hanya ingin menjadi sebaik-baiknya wanita dimatanya
penunjuk jalan kearah Mu baginya
penegus tiap keputusannya kelak
tempat bersandar ketika dia lelah
dan menghapus peluhnya dengan tanganku
ku tak mencintai seorang yang sempurna
tapi karena dia kucinta
maka dia tampak sempurna
setidaknya dimataku

Friday, February 19, 2010

untuk nya....

Pangeranku…

Bagaimana kabarmu hari ini..?
Mudah-mudahan kau baik-baik saja..
Akupun disini Alhamdulillah baik-baik saja

Pangeranku...

entah kenapa hati ini tidak sabar menunggu saat itu
Saat dimana Allah mempertemukan kita
Saat Dimana kebahagiaan itu akan menyatukan kita
Saat dimana kita berjuang bersama dalam gerakan dakwah ini
Membangun generasi-generasi yang shaleh dan shalehah
Yang siap membangkitkan islam kembali ke masa kejayaannya

Pangeranku...
Sebenarnya aku sangat malu
Malu bila diri ini tidak sebanding denganmu
Malu bila diri ini tidak bisa mengimbangi keshalehanmu
Tidak bisa menjadi pendamping yang seperti yang kau impikan dari dulu

Aku malu pangeranku...
Tapi aku berjanji
Aku akan berusaha memperbaiki diri
Aku harus bisa menjaga diri
Agar kelak nanti
Aku bisa menjadi seseorang yang bisa kau banggakan
Seseorang yang bisa membuatmu bahagia dan senang
Seseorang yang sesuai dengan yang kau impikan

Pangeranku...
Akan aku jaga hati ini untuk tetap suci
Agar kelak hanya namamu saja lah yang pernah singgah di hatiku
Tidak akan aku buai hati ini dengan nama orang lain
Tidak akan aku biarkan namamu menjadi nama ke 100 yang singgah di hati ini
Aku akan berusaha untuk tetap mensucikan hati ini dari orang-orang yang belum halal bagiku

Pangeranku...
Aku akan menjaga pandangan ini
Aku berjanji akan menundukkan pandanganku mulai saat ini
Agar hanya kamulah yang akan aku pandang dengan segenap jiwaku
Agar hanya dirimulah yang akan aku pandang dengan cinta yang menggebu
Tidak akan aku biarkan laki-laki lain menikmati pandanganku ini
Karena hanya kau yang berhak pangeranku
Aku tidak mau pandangan cintaku ini menjadi tidak berarti di matamu
Karena telah sering aku berikan pada orang lain

Pangeranku...
Tidak akan aku biarkan orang lain menerima surat cinta dariku
Ataupun kata-kata cinta dariku
Karena hanya dirimulah yang akan aku berikan kata-kata itu
Aku tidak mau kata-kata itu menjadi tidak berarti pula bagimu
Karena sering aku obral kata-kata itu pada orang-orang lain


Pangeranku...
Aku berjanji, hanya kaulah yang akan melihat mahkotaku
Mahkota yang senantiasa aku jaga dan aku tutup dengan jilbabku
Aku tidak mau mahkota ini dilihat orang lain
Mahkota yang senantiasa aku rawat agar menjadi indah kelak dimatamu

Aku janji pangeranku...
Aku tidak akan membiarkan orang lain menikmatinya
Aku ingin kau bangga padaku karena aku bisa menjaganya untukmu
Aku tidak peduli kalau terkadang rasa panas ini menggangguku
Karena aku yakin, rasa cintaku padamu dan rasa cintaku pada Yang Maha Pencipta
Akan mengalahkan semua itu
Karena kebahagiaanmu dan keRidhoan Allah lebih berarti bagiku

Pangeranku...
Mulai saat ini aku juga berjanji padamu
Aku tidak akan membiarkan orang lain menyentuh tubuhku
Aku sadar, bahwa diriku ini terlalu mahal untuk di obral
Aku sadar, diri ini terlalu mulia
untuk disentuh oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab
Aku akan menjaga tubuhku ini agar berharga di matamu
Agar hanya dirimulah yang kelak akan menyentuhnya
Aku menyadari, kau pasti akan sedih
Kalau tubuhku ini sudah banyak dinikmati orang lain
Tapi jangan khawatir pangeranku
Aku senantisanya menjaganya dari dulu
Karena semua ini hanya akan kuberikan padamu

Pangeranku...
Aku janji akan banyak belajar
Belajar untuk lebih shaleh, lebih taat dan lebih pintar
Belajar menjadi wanita yang terhormat dan terjaga kesuciannya
Aku nggak mau kamu kecewa kelak ketika melihatku
Aku akan memperbaiki akhlakku agar kelak seimbang dengan keshalehanmu
Aku akan perbanyak amalku
Aku tidak mau kelak berpisah denganmu di akhirat
Karena amalku yang sedikit, tidak seimbang dengan amalanmu yang berlimpah
Aku ingin menikmati setiap malam-malam yang mulia itu bersamamu
Bersamamu menemui Allah Yang Maha Pencipta
Bersyukur atas nikmat yang tidak pernah berhenti dilimpahkanNya pada kita

Percayalah Pangeranku...
Aku akan mempelajari semuanya...

Karena aku yakin...
Bila aku ingin memiliki pangeran yang sehebat dan seshaleh dirimu
Aku pun harus menjadi orang seperti itu
Karena Allah telah berjanji
Bahwa Perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik

Tunggulah aku Pangeranku
Aku yakin bisa mengimbangimu

Tunggu aku pangeranku
Aku akan membantumu dalam perjuangan ini
Perjuangan seorang mukmin sejati

Karena aku pun memerlukan bantuanmu untuk mendampingiku
Kita akan berjuang bersama pangeranku
Karena di jalan inilah kita dipersatukan
Di Jalan Dakwah yang mulia…

Allah telah berfirman dalam Al-Qur'an, bahwa perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik.. bagaimana kita mau mendapatkan pendamping seperti Nabi Muhammad,kalau kita nggak bisa seperti khadijah, bagaimana mungkin kita mengharap ali, kalau kita nggak bisa seperti fatimah…

Sudah seperti apakah kita..? sudah selayak apakah kita untuk mendapatkan seorang pribadi sekaliber Ali, Usman , Umar , Abu bakar, apalagi seorang pribadi Mulia seperti Rasulullah Shalallahualaihi wassalam…?

Pangeranku…

Izinkan aku tuk mendampingimu menggapai ridho-Nya…

Dariku, Calon Bidadarimu…

rindu rasanya telah lama tak tanya kabarmu pangeranku....