Bismillah,
Hari ini terhitung selusin hari berselang setelah sebuah telepon tengah malam dari adek nyadarin aisyah dari lamunan bahwa : Aisyah tidak punya waktu seumur hidup untuk bisa berbakti dan membahagiakan Ayah dan Mamah.
Tanggal 6 oktober lalu ayah pergi. Perasaan aisyah benar-benar campur aduk tidak karuan. Sebelumnya, aisyah belum pernah merasakan orang terdekat pergi. Bukan dalam jangka waktu yang pendek dan sementara. Tapi selamanya, pergi menuju kekekalan.
Respon pertama yang muncul setelah pemberitahuan dari adek adalah nangis. Penyesalan dan rasa kehilangan tiba-tiba saling berlomba mengisi "jeda" kosong sedetik setelah adek menutup telpon. Pet ! seperti ada saklar dalam diri aisyah. Saklar yang menyadarkan, Ayah sudah pergi sah.
Friday, October 18, 2013
Sunday, September 29, 2013
Melodi Hujan (Sebuah Cerpen)
Bismillah,
Udah bertahun-tahun nggak buat cerpen yang bener-bener fiksi.. Ternyata masih bisa ngarang cerita juga :D ini diaa :
Melodi
Hujan
( …Karena Euforia hujan selalu mengantarmu
pada simfoni cinta)
“Aku mencintai hujan…” Kata-katamu saat
kita kecil masih terngiang jelas di telingaku hingga hari ini. Kalau bukan
karena kau, aku tidak mungkin membenci dan mencintai hujan di saat yang
bersamaan.
Tiga
tahun sebelumnya . . .
“Raina
!” Deg! Sebuah suara yang mampu
membuat detak jantungku berubah takikardi
terdengar memanggil namaku dari jauh. Aku menoleh mendapati Ren melambaikan
tangannya sambil berlari ke arahku, aku membalas senyum malu-malu.
“Semangat
sekali hari ini Ren” Sapaku padanya. Ren duduk tepat disampingku. Di bangku
taman favorit kami berdua, bangku paling ujung dengan pohon mahoni yang rindang
menaunginya. Ren dan aku terpaut umur 3 tahun. Ia seniorku sejak SD. Kami
memiliki nama depan yang sama Rain,
yang artinya hujan.
“Semangat
dong na, kan bisa ketemu sama kamu lagi hari ini, hehehe” Pipiku bersemu
mendengar celoteh ringannya, ia mungkin tidak sadar betapa kata-kata itu bisa
membuatku tidak tidur nanti malam.
Tuesday, August 13, 2013
Mimpi cinta, bertarung dengan waktu~
Bismillah
![]() |
| beradu dengan waktu, siapakah yang lebih sabar menunggu ? |
"I don't know.......since when i had a habit of typing a message that i would never sent"
Semburat mentari tampak cerah hari ini, menyapa pagi dengan bekas sisa hujan semalam yang masih terlihat di dahan. Tari datang berkunjung ke mimpiku tadi malam, entah ada angin apa. Ia tampak secerah matahari pagi ini. Sepertinya melepas rindu dalam mimpi tidak buruk juga.
Banyak cerita yang ku tukar dengannya, tentang mimpi, harapan, kecewa, bahagia, duka dan cinta. Aku memang lebih lancar bercerita di alam mimpi di banding di dunia nyata. Tari juga banyak bercerita tentang hidupnya beberapa tahun belakangan, ternyata ia sudah menikah sekarang.
"Naya, coba lihat" Katanya memperlihatkan jari manisnya. ada cincin yang melingkar disana.
"Barokillah ! Masya Allah, sama siapa ri ? Edo ?"
Friday, May 24, 2013
Seperti sinar, mereka pun menunggu
Bismillah,
![]() |
| It just happen by its own |
"Perempuan.... memang ditakdirkan untuk menunggu !" -Kau-
Sinar
mendatangiku lagi hari ini. Dengan helaan nafas panjang seperti biasa.
"Kenapa
?" aku bertanya tanpa memandang ke arahnya –masih sibuk dengan buku ditanganku
Ia menggeser kursinya tepat menghadap kearahku "Kamu yang paling tahu kenapa". Menghela nafas lagi -itu sudah helaan nafas ke-empat pagi ini.
“Dia lagi ?” Ekor mataku melirik ke pemilik radar di ujung sana,
yang dengan segera menolehkan wajah dan melambai ke arah kami. Tersenyum.
“Bukan. Masih masalah yang sama. Tapi kali ini.. bukan dia” sinar menggigit bibir bawahnya.
“Lantas ?”
“Kali ini.. orangtuaku, dan beberapa lelaki pilihan mereka” Desahan itu muncul lagi.
“Ceritakan padaku. Dan kali tolong, bisa kau hentikan helaan nafasmu itu ? kau mulai terdengar seperti orang asma” Aku menutup buku hijau tebal itu dan mencondongkan wajahku ke arahnya.
Monday, May 20, 2013
Sepucuk surat keempat
Bismillah,
![]() |
| I do love rain, and i do love you (picture) |
"Aku yang salah, aku hanya terpaku pada awal. Aku bahkan tidak menyadarinya. Bagaimana kau mempersiapkan diri untuk sebuah akhir" -Love Rain-
Friday, December 21, 2012
Untitled Emotion
Bismillah
Sama seperti halnya sebuah tong yang kosong, nyaring benar bunyinya. Aku menganggap sebagian dari kalian seperti itu. Maafkan aku jika terlalu lancang, tapi aku hanya menuliskan apa yang aku rasa. Jadi, terserah padaku ketika aku hendak menulis apapun kan.. Sepakat ?
"Negara ini demokrasi tapi memotong lidah orang-orang yang berkata benar."
-Soe Hok Gie-
Sama seperti halnya sebuah tong yang kosong, nyaring benar bunyinya. Aku menganggap sebagian dari kalian seperti itu. Maafkan aku jika terlalu lancang, tapi aku hanya menuliskan apa yang aku rasa. Jadi, terserah padaku ketika aku hendak menulis apapun kan.. Sepakat ?
Thursday, December 20, 2012
Menulis Cinta
*Bagaimana cara mendefinisikan cinta ?*
Para melankolis pasti akan mendefinisikan cinta sebagai perasaan atau emosi kasih sayang yang meluap. Sebagian melihat cinta adalah sesuatu yang suci, karunia sang Ilahi.
Si Sinis mungkin akan menjawab cinta adalah sesuatu yang bodoh dan membodoh-bodohkan, karenanya seseorang yang jatuh dalam cinta tak jarang tidak mampu memutuskan mana yang baik untuk dirinya.
Lalu mereka yang rasional berkata, cinta hanyalah emosi-emosi kompleks akibat reaksi kimia yang merangsang ratusan sinyal di bagian otak, mudah dimanipulasi katanya.
Bagiku cinta itu sederhana ; Kamu, kalian.
"Menulis itu adalah sesuatu yang bisa membuatku bahagia, walaupun tidak bisa menandingi rasa bahagiaku bila bersamamu dan hujan.. Dan, di buku merah muda itu, aku menuliskan semua yang aku sukai, termasuk kamu. Apa tindakanku berlebihan ?"
Para melankolis pasti akan mendefinisikan cinta sebagai perasaan atau emosi kasih sayang yang meluap. Sebagian melihat cinta adalah sesuatu yang suci, karunia sang Ilahi.
Si Sinis mungkin akan menjawab cinta adalah sesuatu yang bodoh dan membodoh-bodohkan, karenanya seseorang yang jatuh dalam cinta tak jarang tidak mampu memutuskan mana yang baik untuk dirinya.
Lalu mereka yang rasional berkata, cinta hanyalah emosi-emosi kompleks akibat reaksi kimia yang merangsang ratusan sinyal di bagian otak, mudah dimanipulasi katanya.
Bagiku cinta itu sederhana ; Kamu, kalian.
"Menulis itu adalah sesuatu yang bisa membuatku bahagia, walaupun tidak bisa menandingi rasa bahagiaku bila bersamamu dan hujan.. Dan, di buku merah muda itu, aku menuliskan semua yang aku sukai, termasuk kamu. Apa tindakanku berlebihan ?"
Friday, November 30, 2012
Thursday, November 22, 2012
Sunday, November 4, 2012
Mengeja rindu
Ada saat dimana otak dirasuki oleh semacam ilusi dan halusinasi tentang seseorang. Mereka bilang itu karena aku terlalu banyak melamun.
Lalu apa kamu penyihir ? Karena kamu selalu masuk ke dalam lamunanku ketika keberadaanmu tak kasat mata.
Rindu.
Eh ?
Itu namanya rindu, sayang. Ketika wujudnya tidak dekat, maka bayangannya menyergap. Perasaan seolah ada yang salah jika ia tak ada di tempat ia biasa terlihat. Ya kan ? Itu tandanya kamu rindu.
A..ku rin..du ?
"Kak, aku tau.. perasaan macam ini belum boleh aku rasakan untukmu. tapi apa yang bisa ku lakukan untuk mencegahnya datang ?" (catatan 4-11-12)
Lalu apa kamu penyihir ? Karena kamu selalu masuk ke dalam lamunanku ketika keberadaanmu tak kasat mata.
Rindu.
Eh ?
Itu namanya rindu, sayang. Ketika wujudnya tidak dekat, maka bayangannya menyergap. Perasaan seolah ada yang salah jika ia tak ada di tempat ia biasa terlihat. Ya kan ? Itu tandanya kamu rindu.
A..ku rin..du ?
"Kak, aku tau.. perasaan macam ini belum boleh aku rasakan untukmu. tapi apa yang bisa ku lakukan untuk mencegahnya datang ?" (catatan 4-11-12)
Subscribe to:
Posts (Atom)





