Thursday, December 20, 2012

Menulis Cinta

*Bagaimana cara mendefinisikan cinta ?*

Para melankolis pasti akan mendefinisikan cinta sebagai perasaan atau emosi kasih sayang yang meluap. Sebagian melihat cinta adalah sesuatu yang suci, karunia sang Ilahi. 
Si Sinis mungkin akan menjawab cinta adalah sesuatu yang bodoh dan membodoh-bodohkan, karenanya seseorang yang jatuh dalam cinta tak jarang tidak mampu memutuskan mana yang baik untuk dirinya.
Lalu mereka yang rasional berkata, cinta hanyalah emosi-emosi kompleks akibat reaksi kimia yang merangsang ratusan sinyal di bagian otak, mudah dimanipulasi katanya.

Bagiku cinta itu sederhana ; Kamu, kalian. 


"Menulis itu adalah sesuatu yang bisa membuatku bahagia, walaupun tidak bisa menandingi rasa bahagiaku bila bersamamu dan hujan.. Dan, di buku merah muda itu, aku menuliskan semua yang aku sukai, termasuk kamu. Apa tindakanku berlebihan ?"



Friday, November 30, 2012

Note #30/11/12

it's like catching lightning the chances of finding someone like you ^^

Thursday, November 22, 2012

Sunday, November 4, 2012

Mengeja rindu

 Ada saat dimana otak dirasuki oleh semacam ilusi dan halusinasi tentang seseorang. Mereka bilang itu karena aku terlalu banyak melamun. 
Lalu apa kamu penyihir ? Karena kamu selalu masuk ke dalam lamunanku ketika keberadaanmu tak kasat mata.

Rindu.

Eh ? 

Itu namanya rindu, sayang. Ketika wujudnya tidak dekat, maka bayangannya menyergap. Perasaan seolah ada yang salah jika ia tak ada di tempat ia biasa terlihat. Ya kan ? Itu tandanya kamu rindu.

A..ku rin..du ?  

"Kak, aku tau.. perasaan macam ini belum boleh aku rasakan untukmu. tapi apa yang bisa ku lakukan untuk mencegahnya datang ?" (catatan 4-11-12)

Friday, October 19, 2012

Dear Putri Cahaya

Bismillah,

Manis ♥ (sumber gambar)

Hari ini, mau sedih juga percuma, sia-sia saja..
mau menangis pun tidak berarti apa-apa, jadi untuk apa ?

katanya : buat apa kalau hanya menambah kegelisahan ?
buat apa kalau hanya menambah beban amanah ?
buat apa jika pada akhirnya malah menjauhkan hati dari yang Maha empunya hati ?

***

Friday, October 12, 2012

Wajah rindu

Bismillah,

Aku merindukanmu

 Rindu sepertinya suka sekali datang tanpa permisi saat sesuatu harus menjauh. 
Tak mungkin bisa menghindar dari perpisahan, tak dapat ditunda untuk menyudahi, atau harus ditinggalkan dan meninggalkan. Mau tak mau.

***

Aku ingat hari ini, hari yang sama ketika hening, sunyi dan kelam bekerja sama untuk menghalangi datangnya matahari dalam lingkaran hidupku. Hari yang sama ketika engkau menyadarkanku tentang arti kehilangan sesungguhnya. Hari ini, akhirnya aku bertemu lagi denganmu. Gadis kecil yang sama yang aku temui setahun lalu di taman kota. Kali ini kau memakai gaun renda ungu gelap, kontras dengan kulit putihmu.

Hei, apa kamu memang menyukai warna gelap nan suram itu ?

Tidak. katamu

lalu, seingatku terakhir kali kita bertemu, kau memakai gaun berenda mirip berwarna hitam.

Itu karena dahulu, aku bertanya padamu tentang kehilangan. kali ini aku ingin bertanya lagi padamu. bolehkah ?

Tentu saja, apa yang merisaukan hatimu kali ini gadis kecilku ?

Seperti apa sebenarnya wajah sang rindu itu ?

Hening. Entahlah, aku tidak bisa menceritakan seperti apa rupanya. Karena sejujurnya, aku pun belum pernah melihat paras sang rindu. Maafkan aku.

Bohong ! Bukankah kau selalu merasakan kehadiran rindu ? dalam setiap harimu ? dalam setiap desahan napasmu ? dalam setiap jengkal lamunan mu ? lalu mengapa kau tidak mau memberitahuku tentang rindu ? Tolonglah, aku benar-benar ingin tahu seperti apa wajahnya !

Saturday, October 6, 2012

Hati, apa kabar ?

Bismillah,

hati, ada yang ingin aku bicarakan padamu kali ini
oh iya, apa kabarmu ?
masih baik-baik saja ? sedih ? susah ? bahagia ? marah ? atau apa ?
aku harap engkau baik-baik saja

hati, tolong dengarkan aku kali ini
bulir-bulir embun tak bisa aku hentikan lagi dan lagi.
padahal, perasaanku saat ini adalah perasaan yang membuncah,
perasaan bahagia yang tiada tara
seolah aku lah satu-satunya wanita yang bahagia saat ini

hati, aku masih belum mengerti satu hal
tapi kau berkata bahwa aku tidak perlu menjadi sempurna untuk itu
lagi dan lagi
sesuatu yang membingungkan kau lontarkan padaku

Sunday, July 22, 2012

Tiga untuk semua

 
Bismillah,

“This little part of my life called. . . . . REALIZE” (190712)

Thank you Allah, For Everything 
Akhirnya aku sampai pada detik ini. Setelah tarikan nafas yang entah sudah kesekian juta kalinya aku hirup, Setelah erangan berjuta bulir tanah dan rumput yang entah sudah berapa kali terinjak tapak-tapak kaki ku. Ini adalah permulaan hidup yang benar-benar berarti bagiku.

            Akhirnya aku sampai pada detik ini. Detik dimana aku akhirnya sadar. Sadar bahwa setiap hal yang terjadi dan setiap hal yang tidak terjadi padaku semuanya adalah skenario dari penulis skenario dan sutradara terbaik sepanjang masa. Allah azza wa jalla. Alhamdulillah waSyukurillah

Tuesday, July 17, 2012

Dandelion untukmu

Bismillah

Dandelion, terbanglah.. sampaikan pesan ini padanya


Gelap. Aku mengerjap-ngerjap menyesuaikan cahaya yang masuk ke mataku sekarang. Aku memandang ke sekelilingku. Hijau. Dihadapanku saat ini ada sebuah nisan. Jangan Tanya nisan siapa. Disana hanya ada sebuah kata. MEMORI. Tanpa tanggal lahir maupun tanggal kematian. Aku ingin bertanya pada siapapun yang bisa aku Tanya tapi aku terkejut mendapati diriku di bukit hijau berumput yang luas ini sendirian. Bahkan burung-burung kecil dan semut pun tidak bisa kutemukan.

Tuesday, July 10, 2012

Langit (Atas nama sebuah asa)


Bismillah..

"Tak ada pintu untuk membenarkan kepada yang paling benar, Tak ada pintu untuk pengetahuan kepada yang paling tahu, Harapanku adalah rencana dan kuasaNya, Harapanku adalah balutan keikhlasan untukNya...."
                                                                                  - Sebuah Misteri Dibalik langit- 

Aku memanggilnya Langit. 
Nama lengkapnya ? Err~ mungkin saja Langit Gelap Berbintang. Bisa juga Langit Cerah Bersinar atau mungkin Senja Langit Kemuning. Entahlah, Namanya bukanlah hal penting yang ingin aku beritahukan kepada kalian. Tapi, hakikat keberadaannya.