Friday, February 27, 2015

B-O-E-R-K-N H-R-A-E-T

Jikalau diminta memilih
Lari bersamaku atau berhenti disini
Kemungkinan tidak kau pertimbangkan 
Menyedihkan.

Impian dan kenyataan bertemu
Doa dan usaha bersanding
Ada yang lebih manis dari itu ?

Lelah menangis, takut, sedih
Ajak aku lari, maukah kau ?

Menata Hati

Kanan kiri tak pernah lelah mengingatkan 
Bersabarlah, katanya
dari waktu yang tepat 
dari apa yang belum selayaknya 
Karena bukan hanya kamu yang punya hati 
karena bukan hanya kamu yang bisa merasa
Tapi ada orang lain yang bisa berprasangka 
Bersabarlah, katanya
sebentar lagi saja.
Lalu aku memungut dan menatanya kembali
Hati.


Karena sebaik apapun kita merencanakan, pada akhirnya Dia akan menunjukkan, bahwa rencana-Nya lah yang paling indah.

Thursday, January 22, 2015

Pardon My Delusion

9.00 pm
almost the time, my selfishly claimed quality time with you. 
i have no idea why i keep waiting for an ordinary conversation with you. like today. 

"lagi apa ?" aku masih bingung kenapa kata sesederhana itu darimu bisa berbeda sekali jika diucapkan oleh orang lain.
"seperti biasa, hehe"
"lagi lihat fotoku ? kalau kangen kan tinggal telepon"
"terus kalau udah telepon gimana ? bikin tambah kangen nanti, bikin pengen ketemu kamu"

tiga kalimat terakhir sayangnya hanya berlangsung dipikiranku saja. 

"lagi kangen kamu" suaraku mulai bergetar, meratapi jarak
"aku juga. kamu baik-baik saja kan disana?"
"iya, disini semuanya baik, tapi ada yang kurang. kamu"
"..." ah, aku malah membuatmu makin merasa bersalah.
"kamu sehat kan disana ? bahagia ?" buru-buru aku mengalihkan pembicaraan
"alhamdulillah, demi kamu, aku selalu bahagia disini"

"hei, kamu masih disana ? lagi sibuk ya ?"

ah, lagi-lagi aku mengkhayalkan percakapan yang mustahil terjadi. 

Choose to Love

"We should get divorce"
"Astaghfirullah, istighfar ma. aku salah apa ? kita bisa bicarain baik-baik."
"No, it's not your fault"
"Terus apa ?"
"It's just.. I just don't love you no more"

Well, percakapan seperti itu sayangnya bukan cuma ada di naskah sinetron puluhan episode. Alasan klise seperti cinta bisa membuat orang sakit hati, anak-anak terlantar, dan orang-orang dengan gangguan kejiwaan. Aku tidak bercanda, keluarga adalah pilar utama pembentukan akhlak dan kepribadian anak. Lalu dengan alasan tidak cinta lagi, jatuh cinta pada wanita lain, ah ! aku benci sekali >.<!

"Love didn't happen to us. We're in love because each of us made the choice to be"
Kamu, siapapun kamu. Cintamu itu harusnya seperti apa ? penampilannya ? gaya bicaranya ? gaya hidupnya ? selera musiknya ? hartanya ? orangtuanya orang penting ? ah, pantas saja cinta terasa semu sekali. pantas saja banyak anak tidak berdosa jadi korban keegoisan cintamu. 

We better choose to love, someone who loves Allah. 
then, our love is eternal. 

Friday, December 12, 2014

Titik Dua


Untuk kamu,
Aku suka berbagi
Melihat orang lain ikut tersenyum
Ikut bahagia

Waktu SD dulu,
Persoalan titik dua di matematika
Tidak pernah jadi masalah
Sama sekali.

Membagi sesuatu
Yang berharga, 
Agar bukan aku saja yang bahagia
Begitu kan seharusnya ?

Kamu berharga, sangat.
Tapi aku tidak mau membagi kamu 
Pada satu orang-pun

Apa aku bersalah ? 

Monday, August 18, 2014

Mungkin Kita Belum Pantas


Bismillah,

Pemahaman-pemahaman baru yang datang ini menyerap seluruh waktuku untuk merenung. Dan fakta bahwa hari ini tidak cukup banyak waktu yang tersedia untuk merenung membuatku lemas. Iya, karena merenung berarti banyak buatku, mengisi ulang energi yang menguap dengan cepat hari ini.

Bulan agustus tiap tahunnya pasti selalu didominasi warna hitam dan putih. Setidaknya kalau kita pergi ke kampus masing-masing. Jadi ingat tahun lalu, waktu tiap hari di dominasi keluhan, umpatan dan kejengkelan luar biasa pada panitia. Tumpukan tugas yang menambah berat beban otot. Haah, rasanya baru kemarin semua ketegangan-ketegangan itu terjadi. Sekarang (mungkin) umpatan, keluhan itu salah satunya ditunjukkan kepadaku. Haha, benar-benar.

Seribu Tuhan Masa Kini


Bismillah,

Kata-kata bayanganku kemarin masih berdengung di kepalaku. Aku adalah seorang makhluk yang diciptakan oleh tuhanku. Lalu, Apa itu Tuhan ?

Waktu tidak pernah berhenti untuk menunggu kita, tidak peduli walaupun kau membutuhkan jeda sejenak. Waktu tetap berjalan seperti seharusnya.

Bukannya hendak menghakimi waktu, tapi masa hidupku terasa terlalu cepat bergulir. Dengan pemahaman-pemahaman baru ini, aku merasa membutuhkan waktu lebih banyak untuk menyelami diri. Hanya dengan diriku sendiri.

“Hei.. Sssttt..” sebuah suara membuyarkan lamunan panjangku. Aku menoleh, mencari asal suara. Tidak ada siapapun. Aneh.

“Ssst.. Sebelah sini !” Aku mendekat ke sumber suara, dibalik tanaman pagar. Hanya ada genangan air kotor saja.

Siapa Aku Sebenarnya ?



Bismillah


“Adek kalo udah becal mau jadi astlonot” Ah, lucu sekali adik kecil cadel ini.

Sejak kecil kita sudah ditanya macam-macam soal mau jadi apa kita nanti. Waktu kita remaja, kita juga sering dihadapkan pada kegalauan masa muda, tentang pencarian jati diri. Kadang-kadang, bahkan seolah kenakalan remaja merupakan salah satu bentuk pencarian jati diri. Pemakluman yang agak salah tempat.

Aku bercermin, memperhatikan jerawat kecil yang baru mulai tumbuh di tempat strategis di pipi kiriku. Haah, tadi pagi aku membaca sebuah buku fisafat. Dihalaman pertamanya ditulis, Siapakah dirimu sesungguhnya ? dalam huruf bercetak tebal.

Aku merenung, siapa aku sebenarnya ? seorang wanita ? memangnya hanya satu wanita di dunia ini ? seorang wanita bernama Aisyah ? Ah, lalu apa hebatnya itu ?

Sunday, August 17, 2014

Katanya, Pengorbanan Cinta

Bismillah, 

“Emangnya kamu tau apa soal berkorban ?!”
Aku terdiam sebentar disuguhi petanyaan retoris yang cukup menyentak itu.
Hari ini diawali dengan sebuah sesi ‘curhat’ yang agak cukup lama dari seorang sahabat jauh. Cinta memang jadi masalah paling menarik untuk diceritakan bagi remaja. Kali ini juga masalahnya cinta. Kata orang hidup tanpa cinta itu bagai sayur tanpa garam, terasa hambar. tsaaah~
“Ai, aku udah nggak tahan lagi sama dia.” tahu-tahu pagi-pagi buta begini ada chat keluhan via line. Aku jadi serasa customer service
“Lho, memang ada apa dengan dia ?”

Merdeka Berarti Kaya

Bismillah,
Momen kejayaan masa lalu kadang-kadang memang menjadi bayang-bayang manis sekaligus kenyataan yang seram. Seram dalam artian bahwa faktanya jauh lebih banyak penerus yang menyia-nyiakan nyawa yang bergelimpangan demi memberikan kita semua -sekarang- hidup yang senyaman ini. Bayang-bayang manis dalam artian bahwa, seolah rasa merdeka ini diberikan begitu saja untuk kita nikmati tanpa batasan dan tanggung jawab tertentu.