Friday, March 6, 2015

Wherever you go, take me with you

Kamu, siapapun kamu,
aku sekarang tahu benar kenapa orang yang berilmu derajatnya ditinggikan
Karena ketika kita mengetahui sesuatu hal dan tidak mengamalkannya, 
kita masuk kedalam golongan orang fasik

Aku lelah ditegur Allah.
Kamu tahu kan aku suka sekali jalan-jalan. 
Pergi ke tempat baru, bertemu teman baru
Tapi tanpa mahram, bepergian jauh tidak diperbolehkan bagi kami para wanita

Ah, lalu tahukan kamu ? Itu berarti aku tidak boleh pergi kemanapun.
Ingat saat aku nekat safar (tanpa mahram) ke kota penuh coto kuda ? Ya, pulang dari sana aku sakit
Ingat saat aku nekat safar (tanpa mahram) ke kota kembang Bandung ? Ya, ayah dipanggil Allah
Ingat saat aku nekat safar (tanpa mahram) ke Malang ? Ya, mamah sakit.
Ini teguran, aku sadar. 

Kamu, siapapun kamu,
wujudkan cita-citaku untuk mengunjungi setiap inchi bumi, maukah ?

Well, i want you to take me with you wherever you go. 
and as long as being with you, there's no other place I'd rather be

Thursday, March 5, 2015

Hey you, being told to leave you this instance after so much things we've been through, hurts like hell. it was like being lift up until reaching the sky and suddenly fell down.  I want to be with you, but what can i do ?

Saturday, February 28, 2015

Lack of Sleep

When night comes, i can barely sleep
Because the night 
The only time I could cry out loud 
Without no one notice

When night comes, i can barely sleep
Because the night
The only time I could cry out all my heart 
Without disturbing anyone
Freely and doubtless

Friday, February 27, 2015

B-O-E-R-K-N H-R-A-E-T

Jikalau diminta memilih
Lari bersamaku atau berhenti disini
Kemungkinan tidak kau pertimbangkan 
Menyedihkan.

Impian dan kenyataan bertemu
Doa dan usaha bersanding
Ada yang lebih manis dari itu ?

Lelah menangis, takut, sedih
Ajak aku lari, maukah kau ?

Menata Hati

Kanan kiri tak pernah lelah mengingatkan 
Bersabarlah, katanya
dari waktu yang tepat 
dari apa yang belum selayaknya 
Karena bukan hanya kamu yang punya hati 
karena bukan hanya kamu yang bisa merasa
Tapi ada orang lain yang bisa berprasangka 
Bersabarlah, katanya
sebentar lagi saja.
Lalu aku memungut dan menatanya kembali
Hati.


Karena sebaik apapun kita merencanakan, pada akhirnya Dia akan menunjukkan, bahwa rencana-Nya lah yang paling indah.

Thursday, January 22, 2015

Pardon My Delusion

9.00 pm
almost the time, my selfishly claimed quality time with you. 
i have no idea why i keep waiting for an ordinary conversation with you. like today. 

"lagi apa ?" aku masih bingung kenapa kata sesederhana itu darimu bisa berbeda sekali jika diucapkan oleh orang lain.
"seperti biasa, hehe"
"lagi lihat fotoku ? kalau kangen kan tinggal telepon"
"terus kalau udah telepon gimana ? bikin tambah kangen nanti, bikin pengen ketemu kamu"

tiga kalimat terakhir sayangnya hanya berlangsung dipikiranku saja. 

"lagi kangen kamu" suaraku mulai bergetar, meratapi jarak
"aku juga. kamu baik-baik saja kan disana?"
"iya, disini semuanya baik, tapi ada yang kurang. kamu"
"..." ah, aku malah membuatmu makin merasa bersalah.
"kamu sehat kan disana ? bahagia ?" buru-buru aku mengalihkan pembicaraan
"alhamdulillah, demi kamu, aku selalu bahagia disini"

"hei, kamu masih disana ? lagi sibuk ya ?"

ah, lagi-lagi aku mengkhayalkan percakapan yang mustahil terjadi. 

Choose to Love

"We should get divorce"
"Astaghfirullah, istighfar ma. aku salah apa ? kita bisa bicarain baik-baik."
"No, it's not your fault"
"Terus apa ?"
"It's just.. I just don't love you no more"

Well, percakapan seperti itu sayangnya bukan cuma ada di naskah sinetron puluhan episode. Alasan klise seperti cinta bisa membuat orang sakit hati, anak-anak terlantar, dan orang-orang dengan gangguan kejiwaan. Aku tidak bercanda, keluarga adalah pilar utama pembentukan akhlak dan kepribadian anak. Lalu dengan alasan tidak cinta lagi, jatuh cinta pada wanita lain, ah ! aku benci sekali >.<!

"Love didn't happen to us. We're in love because each of us made the choice to be"
Kamu, siapapun kamu. Cintamu itu harusnya seperti apa ? penampilannya ? gaya bicaranya ? gaya hidupnya ? selera musiknya ? hartanya ? orangtuanya orang penting ? ah, pantas saja cinta terasa semu sekali. pantas saja banyak anak tidak berdosa jadi korban keegoisan cintamu. 

We better choose to love, someone who loves Allah. 
then, our love is eternal. 

Friday, December 12, 2014

Titik Dua


Untuk kamu,
Aku suka berbagi
Melihat orang lain ikut tersenyum
Ikut bahagia

Waktu SD dulu,
Persoalan titik dua di matematika
Tidak pernah jadi masalah
Sama sekali.

Membagi sesuatu
Yang berharga, 
Agar bukan aku saja yang bahagia
Begitu kan seharusnya ?

Kamu berharga, sangat.
Tapi aku tidak mau membagi kamu 
Pada satu orang-pun

Apa aku bersalah ? 

Monday, August 18, 2014

Mungkin Kita Belum Pantas


Bismillah,

Pemahaman-pemahaman baru yang datang ini menyerap seluruh waktuku untuk merenung. Dan fakta bahwa hari ini tidak cukup banyak waktu yang tersedia untuk merenung membuatku lemas. Iya, karena merenung berarti banyak buatku, mengisi ulang energi yang menguap dengan cepat hari ini.

Bulan agustus tiap tahunnya pasti selalu didominasi warna hitam dan putih. Setidaknya kalau kita pergi ke kampus masing-masing. Jadi ingat tahun lalu, waktu tiap hari di dominasi keluhan, umpatan dan kejengkelan luar biasa pada panitia. Tumpukan tugas yang menambah berat beban otot. Haah, rasanya baru kemarin semua ketegangan-ketegangan itu terjadi. Sekarang (mungkin) umpatan, keluhan itu salah satunya ditunjukkan kepadaku. Haha, benar-benar.

Seribu Tuhan Masa Kini


Bismillah,

Kata-kata bayanganku kemarin masih berdengung di kepalaku. Aku adalah seorang makhluk yang diciptakan oleh tuhanku. Lalu, Apa itu Tuhan ?

Waktu tidak pernah berhenti untuk menunggu kita, tidak peduli walaupun kau membutuhkan jeda sejenak. Waktu tetap berjalan seperti seharusnya.

Bukannya hendak menghakimi waktu, tapi masa hidupku terasa terlalu cepat bergulir. Dengan pemahaman-pemahaman baru ini, aku merasa membutuhkan waktu lebih banyak untuk menyelami diri. Hanya dengan diriku sendiri.

“Hei.. Sssttt..” sebuah suara membuyarkan lamunan panjangku. Aku menoleh, mencari asal suara. Tidak ada siapapun. Aneh.

“Ssst.. Sebelah sini !” Aku mendekat ke sumber suara, dibalik tanaman pagar. Hanya ada genangan air kotor saja.